Meskipun mobil listrik baterai (Battery Electric Vehicles – BEV) mendominasi pasar saat ini, Mobil Hidrogen (Fuel Cell Electric Vehicles – FCEV) tetap menjadi alternatif penting dalam strategi keberlanjutan sektor otomotif di Asia. Produsen raksasa Asia seperti Toyota dan Hyundai memimpin pengembangan dan implementasi teknologi FCEV ini.
Toyota Mirai dan Hyundai Nexo adalah model-model yang menjadi flagship FCEV. Keunggulan utama FCEV adalah proses pengisian bahan bakar yang sangat cepat (mirip mengisi bensin) dan jarak tempuh yang jauh lebih panjang per tangki hidrogen, menjadikannya solusi menarik untuk perjalanan jarak jauh dan armada komersial.
Di Asia, pengembangan FCEV lebih difokuskan pada segmen kendaraan komersial, seperti bus dan truk, karena potensi mereka untuk mengurangi emisi karbon pada armada logistik. Namun, tantangan terbesar adalah pembangunan infrastruktur stasiun pengisian hidrogen yang sangat mahal dan kompleks, serta isu keamanan dan produksi hidrogen hijau.
Pemerintah dan produsen di Asia berkolaborasi untuk menguji kelayakan FCEV dalam kondisi riil, dengan Korea Selatan dan Jepang menjadi negara yang paling maju dalam membangun hydrogen highway. Meskipun adopsi pasar massal masih jauh, FCEV memegang peran strategis sebagai solusi energi bersih pelengkap BEV.

