Ngerasa gak sih, ‘healing’ di coffee shop favorit sekarang makin ‘boncos’? Harga Es Kopi Susu Gula Aren kesayangan kok kayaknya naik terus, ya? Padahal Indonesia katanya negara kopi. Aneh gak, tuh?
Ini dia ‘biang kerok’-nya: Rantai Pasok Global (Supply Chain). Kopi kita mungkin lokal, tapi gelas plastiknya, gula impornya, mesin espressonya, semua itu ‘naik kapal’ keliling dunia. Dan ‘kapal’ itu lagi ‘sakit’.
Dari Perang Sampai Cuaca Aneh
Gara-gara perang di belahan dunia lain, biaya kapal kontainer jadi mahal gila-gilaan. Belum lagi cuaca ekstrem di Brazil atau Vietnam (produsen kopi besar) bikin panen gagal. Barang jadi langka, ongkos kirim naik = harga di kafe auto naik.
Ini bukti nyata kita hidup di dunia yang konekted. Masalah di Eropa Timur atau Amerika Latin, nyiprat-nya sampai ke segelas kopi kita di Jakarta. Buat pengusaha (kafe, F&B), ini waktunya pinter-pinter cari supplier lokal biar gak ‘kena ombak’ global terus.
Intisari:
- Harga kopi di kafe lokal Indonesia terasa makin mahal.
- Penyebab utamanya adalah gangguan Rantai Pasok Global (Supply Chain).
- Biaya logistik (kapal) dan gagal panen (cuaca) di negara lain menaikkan harga bahan baku.
- Ini membuktikan ekonomi global sangat terhubung dan berdampak langsung ke konsumen.

