Tingkat Pengangguran Asia Pasca Gelombang PHK Massal.

Tingkat Pengangguran Asia Pasca Gelombang PHK Massal.

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang melanda beberapa sektor, terutama teknologi dan startup, telah memicu kekhawatiran tentang tingkat pengangguran di Asia. Analisis data menunjukkan peningkatan angka pengangguran di beberapa pusat teknologi, menciptakan tantangan serius bagi pemerintah dan pencari kerja.

Sektor teknologi, yang sempat menjadi mesin pertumbuhan pasca-pandemi, kini menghadapi penyesuaian pasar global dan tekanan inflasi, memaksa banyak perusahaan untuk merampingkan operasional. PHK ini memengaruhi berbagai lapisan pekerja, dari talenta developer hingga staff pemasaran.

Pemerintah Asia berupaya merespons dengan berbagai program pelatihan ulang dan insentif untuk menempatkan kembali pekerja yang terkena PHK ke sektor lain yang sedang berkembang, seperti energi terbarukan atau industri otomotif (terutama EV).

Meskipun demikian, tingkat pengangguran struktural tetap menjadi perhatian, terutama bagi pekerja yang keterampilan lamanya mungkin tidak lagi relevan di pasar kerja yang berubah cepat. Kolaborasi antara sektor pendidikan (E-learning) dan industri diperlukan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan ini.

Gelombang PHK massal di sektor teknologi meningkatkan tingkat pengangguran di Asia. Perusahaan merampingkan operasional akibat penyesuaian pasar dan inflasi. Pemerintah merespons dengan pelatihan ulang dan insentif, namun kesenjangan keterampilan struktural masih menjadi tantangan.